Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Segara Anakan Cilacap Periode September - Desember 2004

Oleh Aris Kurniawan

Plankton adalah suatu organisme berukuran relative kecil yang hidup terombang-ambing di perairan. Fitoplankton merupakan plankton tumbuhan yang mampu menyintesis makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis. Keberadaan fitoplankton ikut mempengaruhi kehidupan di perairan karena memegang peranan penting sebagai makanan bagi berbagai organism laut, namun juga bisa berbahaya pada kondisi tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di perairan Segara Anakan Cilacap serta faktor lingkungan yang berpengaruh sehingga dapat bermanfaat dalam program monitoring terhadap kondisi lingkungan perairan Segara Anakan.

Read more...
 

KeSEMaT Online

KeSEMaT Online

SEARCH

TRANSLATE

DONATE

Nomor Rekening 3-015-01552-6 a.n. KeSEMaT, Bank Jateng Cabang Jepara Jawa Tengah. Atau melalui PAYPAL. Silahkan KLIK logo di bawah ini. Terima kasih atas dukungan Anda kepada kami.

ANNOUNCEMENT

(1) UPDATE BERITA TERBARU KeSEMaT, bisa Anda ikuti di TWITTER (ID : kesemat) dan FACEBOOK (ID : kesemat mangrover). (2) INFO KeSEMaTCOMPETITION (KC) 2010 INFO KC 2010. TOR KC 2010. Formulir Pendaftaran KC 2010.

CURRENT PROGRAM

(1) JANUARI - SEPTEMBER 2010. Proyek Pembuatan Film dan Buku Pelatihan Mangrove serta Pengelolaan Mangrove di Jawa Tengah. KeSEMaT - MFF - IUCN - KKP (2) OKTOBER 2010. MANGROVE TRAINING (MT) 2010 : PELATIHAN PENELITIAN EKOSISTEM MANGROVE DAN PEMANFAATAN METODE REMOTE SENSING SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN EKOSISTEM MANGROVE. Rembang Jawa Tengah. KeSEMaT - FPIK UNDIP (3) MEI - AGUSTUS 2010. Proyek Investigasi Perubahan Iklim. Tugu Semarang. KeSEMaT - Yayasan BINTARI - MERCYCORPS. (4) AGUSTUS - OKTOBER 2010. KeSEMaTCOMPETITION (KC) 2010 : LOMBA CERPEN, DESIGN GRAFIS DAN FOTOGRAFI MANGROVE. KeSEMaT - FPIK UNDIP.

TESTIMONIAL

"It is a good organization." (John Paulsen - IUCN United Nations Staff).
"I would be very interesting in keep in links with you all." (Kapila Gunarathne - IUCN Head of Coastal Livelihood and Policy Unit).
"It is a awareness young people to environment. I am very appreciate." (Donald John Macintosh - Director of Mangroves for the Future).

SHARE THIS

Share |

STOP PRESS

Selamat Datang di KeSEMaTONLINE. KeSEMaT adalah peraih penghargaan bergengsi ADI BHAKTI 2007 Gubernur Jawa Tengah sebagai Insan Peduli Lingkungan Kategori Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Untuk TAMPILAN TERBAIK KeSEMaTONLINE, gunakan BROWSER OPERA.

Beranda arrow Seminar dan Workshop
Pengaruh Kerapatan dan Tebal Rumpun Bakau (Rhizophora sp) Dalam Meredam Gelombang Tsunami Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Written by KeSEMaT   
Monday, 22 September 2008

Oleh M. Qodri Agus S.

Wilayah Indonesia dikenal sebagai daerah rawan terhadap bencana tsunami. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di daerah pertemuan tiga lempeng utama, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Samudera Pasifik dan lempeng India -Australia yang masing-masing bergerak ke barat dan utara relatif terhadap Eurasia sehingga Indonesia merupakan daerah tektonik yang sangat labil dan termasuk salah satu pinggiran benua yang paling aktif di muka bumi, dengan sebagian kegempaan berpusat di dasar samudera yang beberapa diantaranya memicu terjadinya tsunami. Sebagai sebuah gejala alam, kejadian tsunami tidak bisa dicegah ataupun dihentikan, manusia hanya dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan tanaman bakau sebagai perlindungan alami.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh kerapatan dan ketebalan rumpun bakau dalam meredam gelombang tsunami dengan menggunakan simulasi model fisik.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Oktober 2002, bertempat di Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode permodelan. Materi penelitian terdiri dari air yang ditampung dalam saluran gelombang dan pembangkit gelombang menggunakan tipe plunger. Analisa gelombang menggunakan teori gelombang soliter (Horikawa, 1978). Model pohon bakau terbuat dari kawat aluminium dengan empat variasi model, yaitu 2 variasi kerapatan (jarak antar pohon 1 m dan 2 m) dan 2 variasi ketebalan (50 m dan 25 m) serta 2 variasi tinggi perendaman air (d) untuk mewakili kondisi pasang surut. Model dibuat tanpa distorsi dengan skala 1 : 50.

Dari hasil penelitian diketahui persamaan koefisien peredaman = 0.1594 Ln (ε B/L) + 1.5754, dengan batasan 0,00043 ε B/L 0.01659. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kerapatan relatif pohon bakau (ε) dan ketebalan rumpun bakau (B) merupakan parameter yang berpengaruh dalam meredam gelombang tsunami, disamping panjang gelombang tsunami (L) itu sendiri. Jika nilai ε dan B meningkat secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri atau L semakin pendek, maka energi gelombang yang diredam akan semakin besar. Kerapatan rumpun bakau lebih besar pengaruhnya dalam meredam gelombang tsunami dibandingkan ketebalan rumpun bakau. Rumpun bakau akan lebih efektif meredam gelombang tsunami jika terjadi pada saat surut.

Kata kunci: model fisik, tsunami, rumpun bakau, peredaman.

Last Updated ( Monday, 22 September 2008 )
 
< Prev   Next >

WARNING

KeSEMaT melarang keras, pencuplikan artikel, gambar dan semua berita yang tertulis dalam KeSEMaTONLINE untuk tujuan komersil dan tanpa ijin resmi dari KeSEMaT. Mari bersama, selamatkan ekosistem mangrove kita. SEKARANG! Salam MANGROVER!

 
Joomla Templates by Joomlashack