Studi Potensi Ekowisata pada Ekosistem Mangrove sebagai Alternatif Pengelolaan Pesisir di Rembang

Oleh Saputri Margi Utami

Secara ekonomis, selama ini hutan mangrove dimanfaatkan terutama sebagai penghasil kayu. Secara ekologis, hutan mangrove merupakan daerah asuhan dan pemijahan bagi beberapa biota perairan seperti ikan dan udang, sedangkan yang paling banyak dikonversi sebagai tambak. Belum banyak kegiatan yang berwawsan lingkungan diterapkan di kawasan mangrove (Alikodra, 1998) seperti halnya pada ekosistem mangrove di Rembang. Pengembangan potensi ekowisata pada ekosistem mangrove dapat dijadikan alternatif kegiatan yang berwawsan lingkungan untuk mewujudkan tujuan konservasi. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa aset utama ekowisata adalah kealamiahan dan kelestarian lingkungan itu sendiri.

Read more...
 

KeSEMaT Online

KeSEMaT Online

SEARCH

TRANSLATE

ANNOUNCEMENTS

1. BUTUH BIBIT MANGROVE? KLIK DI SINI KeSEMaT menyediakan berbagai macam jenis bibit mangrove untuk program rehabilitasi mangrove Anda.
2. MANGROVE RESTORATION 2010 : PENYULUHAN DAN PENANAMAN MANGROVE >> MARET 2010. KeMANGTEER, AYO GABUNG!

DONATE

Nomor Rekening 3-015-01552-6 Bank Jateng Cabang Jepara Jawa Tengah a. n. KeSEMaT

 

KeSEMaTDONATION

 

CURRENT PROGRAM

Proyek Investigasi Perubahan Iklim di sepanjang pesisir Semarang, Jawa Tengah (KeSEMaT - BINTARI - FoE Jepang). Periode 2007 - 2011.

TESTIMONIAL

"It is a good organization." (John Paulsen - IUCN United Nations Staff).
"I would be very interesting in keep in links with you all." (Kapila Gunarathne - IUCN Head of Coastal Livelihood and Policy Unit).
"It is a awareness young people to environment. I am very appreciate." (Donald John Macintosh - Director of Mangroves for the Future).

PAGE RANK

SHARE THIS

Share |

STOP PRESS

Selamat Datang di KeSEMaTONLINE. KeSEMaT adalah peraih penghargaan bergengsi ADI BHAKTI 2007 Gubernur Jawa Tengah sebagai Insan Peduli Lingkungan Kategori Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Beranda arrow Area Kerja
Area Kerja Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by KeSEMaT   
Monday, 06 October 2008

Sesuai dengan motonya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan dan dokumentasi mangrove, KeSEMaT telah bekerja dalam ruang lingkup-program yang berdasarkan pada keempat motonya tersebut. Berbagai program mangrove telah berhasil digulirkan di berbagai daerah di pesisir Pantai Utara Pulau Jawa yang memang mengalami tingkat abrasi yang sangat tinggi, seperti di Rembang, Jepara, Demak dan Semarang. Dua daerah, yaitu Jepara dan Semarang, sengaja ditetapkan oleh KeSEMaT sebagai dua lokasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus. Untuk itulah, sejak tahun 2003 (Jepara) dan mulai tahun 2006 (Semarang), kedua kabupaten ini, menjadi “area-kerja-resmi” KeSEMaT dalam mengimplementasikan berbagai program mangrovenya. Jepara dan Semarang dipilih, karena di kedua lokasi inilah, ekosistem mangrove mengalami tekanan lahan yang sangat hebat.

 

JEPARA

Mangrove Cultivation (MC), Mangrove REpLaNT (MR) dan KeSEMaT Goes To Arboretum (KGTA) adalah tiga buah program yang telah sukses diimplementasikan oleh KeSEMaT di Jepara, tepatnya di sebuah desa pesisir bernama Teluk Awur. Sebuah desa pesisir yang dulunya gundul tanpa mangrove (2001), kini di tahun 2008 telah memiliki vegetasi mangrove yang lebat. Saat ini, KeSEMaT sedang berusaha untuk membangun vegetasi mangrove ini menjadi sebuah Mangrove Education Center (MEC) atau Pusat Pendidikan Mangrove (PPM), lengkap dengan berbagai fasilitas seperti bedeng persemaian mangrove, tempat pembibitan mangrove, papan nama spesies dan fasilitas pendidikan mangrove lainnya yang menunjang MEC dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang mangrove kepada masyarakat luas.

 

SEMARANG

Selanjutnya, di Semarang, KeSEMaT juga telah berhasil mengelola sebuah kawasan terabrasi di Kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk, Semarang, melalui tiga buah programnya yaitu Mangrove Conservation (MANGCON), KeSEMaT Goes To School (KGTS) dan Mangrove Restoration (MANGRES). Sebuah area mangrove terabrasi sepanjang 3 kilometer, kini telah berhasil ditanami dengan mangrove oleh KeSEMaT. Dalam jangka panjang, KeSEMaT akan terus melakukan upaya penanaman dengan berbagai jenis mangrove sehingga di pesisir Genuk, areanya bisa tertanami dengan baik, layaknya di Teluk Awur, Jepara.

Last Updated ( Tuesday, 19 May 2009 )
 

WARNING

KeSEMaT melarang keras, pencuplikan artikel, gambar dan semua berita yang tertulis dalam KeSEMaTONLINE untuk tujuan komersil dan tanpa ijin resmi dari KeSEMaT. Mari bersama, selamatkan ekosistem mangrove kita. SEKARANG! Salam MANGROVER!

 
Joomla Templates by Joomlashack