|
Sesuai dengan motonya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye dan dokumentasi mangrove, KeSEMaT telah bekerja dalam ruang lingkup-program yang berdasarkan pada kelima motonya tersebut. Berbagai program mangrove telah berhasil digulirkan di berbagai daerah di pesisir Pantai Utara Pulau Jawa yang memang mengalami tingkat abrasi yang sangat tinggi, seperti di Rembang, Jepara, Demak dan Semarang. Dua daerah, yaitu Jepara dan Semarang, sengaja ditetapkan oleh KeSEMaT sebagai dua lokasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus. Untuk itulah, sejak tahun 2003 (Jepara) dan mulai tahun 2006 (Semarang), kedua kabupaten ini, menjadi “area-kerja-resmi” KeSEMaT dalam mengimplementasikan berbagai program mangrovenya. Jepara dan Semarang dipilih, karena di kedua lokasi inilah, ekosistem mangrove mengalami tekanan lahan yang sangat hebat. JEPARA Mangrove Cultivation (MC), Mangrove REpLaNT (MR) dan KeSEMaT Goes To Arboretum (KGTA) adalah tiga buah program yang telah sukses diimplementasikan oleh KeSEMaT di Jepara, tepatnya di sebuah desa pesisir bernama Teluk Awur. Sebuah desa pesisir yang dulunya gundul tanpa mangrove (2001), kini di tahun 2008 telah memiliki vegetasi mangrove yang lebat. Saat ini, KeSEMaT sedang berusaha untuk membangun vegetasi mangrove ini menjadi sebuah Mangrove Education Center (MEC) atau Pusat Pendidikan Mangrove (PPM), lengkap dengan berbagai fasilitas seperti bedeng persemaian mangrove, tempat pembibitan mangrove, papan nama spesies dan fasilitas pendidikan mangrove lainnya yang menunjang MEC dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang mangrove kepada masyarakat luas. SEMARANG Selanjutnya, di Semarang, KeSEMaT juga telah berhasil mengelola sebuah kawasan terabrasi di Kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk, Semarang, melalui tiga buah programnya yaitu Mangrove Conservation (MANGCON), KeSEMaT Goes To School (KGTS) dan Mangrove Restoration (MANGRES). Sebuah area mangrove terabrasi sepanjang 3 kilometer, kini telah berhasil ditanami dengan mangrove oleh KeSEMaT. Dalam jangka panjang, KeSEMaT akan terus melakukan upaya penanaman dengan berbagai jenis mangrove sehingga di pesisir Genuk, areanya bisa tertanami dengan baik, layaknya di Teluk Awur, Jepara.
Cerita keberhasilan KeSEMaT dalam merehabilitasi mangrove di area kerjanya dan berbagai wilayah di Indonesia, bisa Anda cermati di setiap artikel terbaru yang dipublikasikan di Jaringan KeSEMaTONLINE.
|