Efektivitas Pemberian Pupuk Cair Daun Anorganik bagi R. mucronata dan C. decandra di Persemaian

Oleh Yulian Nafi’ Nugraheni

Ekosistem mangrove telah mengalami penurunan, sehingga perlu upaya konservasi dan rehabilitasi. Upaya utama untuk mempercepat pertumbuhan awal semai, dimana tahap ini diharapkan mencegah predasi kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk anorganik pada persemaian terhadap pertumbuhan semai mangrove Rhizophora mucronata dan Ceriops decandra.

Read more...
 

KeSEMaT Online

KeSEMaT Online

SEARCH

TRANSLATE

DONATE

Nomor Rekening 3-015-01552-6 a.n. KeSEMaT, Bank Jateng Cabang Jepara Jawa Tengah. Atau melalui PAYPAL. Silahkan KLIK logo di bawah ini. Terima kasih atas dukungan Anda kepada kami.

ANNOUNCEMENT

(1) UPDATE BERITA TERBARU KeSEMaT, bisa Anda ikuti di TWITTER (ID : kesemat) dan FACEBOOK (ID : kesemat mangrover). (2) INFO KeSEMaTCOMPETITION (KC) 2010 INFO KC 2010. TOR KC 2010. Formulir Pendaftaran KC 2010.

CURRENT PROGRAM

(1) JANUARI - SEPTEMBER 2010. Proyek Pembuatan Film dan Buku Pelatihan Mangrove serta Pengelolaan Mangrove di Jawa Tengah. KeSEMaT - MFF - IUCN - KKP (2) OKTOBER 2010. MANGROVE TRAINING (MT) 2010 : PELATIHAN PENELITIAN EKOSISTEM MANGROVE DAN PEMANFAATAN METODE REMOTE SENSING SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN EKOSISTEM MANGROVE. Rembang Jawa Tengah. KeSEMaT - FPIK UNDIP (3) MEI - AGUSTUS 2010. Proyek Investigasi Perubahan Iklim. Tugu Semarang. KeSEMaT - Yayasan BINTARI - MERCYCORPS. (4) AGUSTUS - OKTOBER 2010. KeSEMaTCOMPETITION (KC) 2010 : LOMBA CERPEN, DESIGN GRAFIS DAN FOTOGRAFI MANGROVE. KeSEMaT - FPIK UNDIP.

TESTIMONIAL

"It is a good organization." (John Paulsen - IUCN United Nations Staff).
"I would be very interesting in keep in links with you all." (Kapila Gunarathne - IUCN Head of Coastal Livelihood and Policy Unit).
"It is a awareness young people to environment. I am very appreciate." (Donald John Macintosh - Director of Mangroves for the Future).

SHARE THIS

Share |

STOP PRESS

Selamat Datang di KeSEMaTONLINE. KeSEMaT adalah peraih penghargaan bergengsi ADI BHAKTI 2007 Gubernur Jawa Tengah sebagai Insan Peduli Lingkungan Kategori Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Untuk TAMPILAN TERBAIK KeSEMaTONLINE, gunakan BROWSER OPERA.

Di Mangrove, Laba-laba Memangsa Kepiting! Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by KeSEMaT   
Wednesday, 25 November 2009

Semarang - KeSEMaTONLINE. Apakah Anda tahu laba-laba dan seringkali menemukannya di sekitar rumah Anda? Pasti, ya. Tapi tahukah Anda, bahwa ternyata, laba-laba tak hanya bisa ditemukan di sekitar rumah kita saja, melainkan juga bisa ditemukan di mangrove (?). Benar, laba-laba juga menghuni mangrove dan bahkan sangat bergantung hidupnya dengan ekosistem pesisir, itu. Tidak percaya? Baiklah. Untuk membuktikannya, kami persilahkan Anda untuk menyimak penjelasan tentang hal ini, secara lebih lengkap, di bawah ini.

Lihatlah foto di atas ini. Ini adalah laba-laba (mohon maaf, kami belum mengetahui apakah jenisnya. Mungkin ada komunitas pecinta laba-laba di Indonesia, yang mau membantu kami untuk bisa mengidentifikasinya (?), layaknya komunitas pecinta burung HALIASTER Universitas Diponegoro, yang telah membantu kami dalam mengidentifikasi jenis burung di MECoK kami, di Teluk Awur, Jepara) yang kami jumpai di MECoK - Jepara, saat kami sedang melakukan program pemeliharaan mangrove, di sana.

Laba-laba ini, kami temukan tak hanya satu tapi berjumlah puluhan (bahkan kami yakin, bisa sampai berjumlah ratusan atau ribuan, kalau kami lebih detail lagi menghitungnya), yang sarangnya berada di sela-sela daun, batang dan akar-akar mangrove. Untuk lebih mengetahui lagi mengenai komunitas laba-laba yang mendiami mangrove ini, maka kemudian kami mulai mencari beberapa literatur mengenai seberapa erat kaitan antara mangrove terhadap kehidupan binatang kecil, yang terkadang membuat sebagian dari kita ketakutan karena takut, jijik dan geli untuk menyentuhnya.

Adalah Peter J. Hogarth, seorang peneliti dan penulis dari Inggris, yang dalam bukunya yang berjudul “The Biology of Mangroves,” telah menuliskan beberapa hal yang menarik, mengenai kehidupan laba-laba di mangrove. Penasaran? Silahkan menyimak artikelnya, yang kami cuplik pada halaman 62, berikut ini.

One of the most spectacular of web-building spider is the golden silk spider (Nephila clavipes) of the New World. Female Nephila build an orb web some 2 m in diameter. The female, which occupies the web, may have a body length of about 6 cm. She may also share her web with a number of kleptoparasitic spiders (Argyrodes) wich build no web of their own, but steal trapped insects from the Nephila.

Another striking group of web-building spiders belong to the family Gasteracanthidae. These have brightly-coloured bodies with projecting spikes which may protect them against predators, and occur in mangrove from the Caribbean to Malaysia and Australia.

As well as the web-building spiders, mangroves often contain numerous wolf and jumping spiders which descend from the trees at low tide and forage over the mud. Their main prey is presumably insect such as ants, but the Lycosid pardosa of Malaysia has been seen to catch juvenile fiddler crabs (Uca). Pardosa is one of the few spiders that seems to be adapted to a semiaquatic life. Its hairy coat is water repellent, and the species seems to shelter (and breed) in air-filled burrows in the mud, including abandoned fiddler crab holes (Stafford-Deitsch, 1996).

Yang menarik dari artikel Hogarth ini, tentu saja adalah laba-laba jenis Pardosa, yang ternyata adalah pemangsa anakan kepiting infra ordo Brachyura, kelas Ocypodidae, yaitu Uca, sang Kepiting Laga. Bahkan, tak hanya itu, Pardosa memiliki bagian tubuh penuh bulu, yang berguna sebagai alat adaptasi terhadap kondisi mangrove yang lembab dan berair. Pardosa juga diduga hidup dan memijah di lubang-lubang Uca yang telah ditinggalkan oleh kepiting itu!

Kesimpulannya, memang benar, bahwa laba-laba juga menghuni mangrove dan bahkan sangat bergantung hidupnya dengan ekosistem pesisir, ini. Jadi, apabila kita merusak mangrove, berarti kita tak hanya menghilangkan habitat mangrove saja, tetapi juga akan melenyapkan sarang-sarang Pardosa, yang menggantungkan mangrove untuk meletakkan telur-telurnya, demi meneruskan generasi spesiesnya di bumi, ini. Semoga kita cepat sadar, dan segera merubah sikap kita untuk mulai mau menyayangi dan mencintai mangrove kita, ini. Amin. Salam MANGROVER!

Last Updated ( Wednesday, 25 November 2009 )
 
< Prev   Next >

WARNING

KeSEMaT melarang keras, pencuplikan artikel, gambar dan semua berita yang tertulis dalam KeSEMaTONLINE untuk tujuan komersil dan tanpa ijin resmi dari KeSEMaT. Mari bersama, selamatkan ekosistem mangrove kita. SEKARANG! Salam MANGROVER!

 
Joomla Templates by Joomlashack